Sabtu, 9 Oktober 2010

Ikan Lais

oleh Ikan Oh Ikan pada pada 12hb Mei 2010 pukul 4.01 ptg


Ada 2 macam ikan lais yang bisa besar dan layak untuk dipancing, karena ternyata ikan lais itu banyak jenisnya, ada yg kecil sekali dan tidak bisa besar.
Yang pertama adalah Lais tabirin (Belodonichthys dinema) dan yang kedua Lais timah (Cryptoterus apogon). Kedua jenis ikan ini hampir mirip yaitu mempunyai ciri betuk badan yang panjang dan agak pipih. Mulutnya lebar menghadap ke arah atas dan memiliki gigi yang tajam. Warna tubuh di bagian tengkuk serta permukaan kepalanyanya kecoklatan. Perut berwarna putih, sedangkan bagian punggung dan dada kehitaman. Hidup di sungai terutama daerah banjir dan bagian hilir di daerah pasang surut (muara).
Perbedaan lais tabirin dan lais timah adalah pada sirip punggungnya, lais timah tidak mempunyai sirip punggung dan warnanya lebih keperakan mirip timah.
Ikan-ikan ini di sungai2 yang besar bisa berukuran lumayan sampai beratnya belasan kilogram. Ikan ini masih banyak sekali di sungai-sungai kalimantan dan sumatra dan sangat rakus, apapun yang bergerak disambarnya. Sangat layak untuk game fishing terutama casting.

Sayang karena saking banyaknya ikan ini kadang dianggap ikan sampah... karena semua umpan bisa-bisa disambar ikan ini. Pernah dengar cerita dari seorang teman kalau pas lagi musim, dia pake semua ranting dan dahan pohon yg ada di tepi sungai dikasih kenur, pancing dan umpan, keesokan harinya hampir semua pancingan kena ikan ini.. katanya kayak panen buah aja.. tinggal petik satu2.. he3...

Nah ini ada beberapa foto2 ikan lais yg berukuran gamefish dari Malaysia.. sayang juga rekor IGFA juga dipegang oleh orang Malaysia...
Ada teman2 yang pengen mecahin rekor IGFA ini ?? kayaknya masih punya peluang tuh...

Ikan Jerung

oleh Ikan Oh Ikan pada pada 15hb Mei 2010 pukul 3.20 pagi

Yu atau jerung adalah sekelompok (superordo Selachimorpha) ikan dengan kerangka tulang muda yang lengkap dan tubuh yang ramping. Mereka bernafas dengan menggunakan lima liang insang (kadang-kadang enam atau tujuh, bergantung pada spesies) di sisi, atau di belakang kepalanya. Yu mempunyai tubuh yang dilapisi kulit dentikel dermis untuk melindungi kulit mereka dari kerosakan, dari parasit, dan untuk menmperbaiki dinamik cecair. Mereka mempunyai beberapa deret gigi yang dapat diganti. Berbeza dengan pandangan umm, yu sebenarnya jarang menyerang manusia kecuali terasa terancam.

Ikan yu mencakup spesies yang berukuran sebesar telapak tangan yu pigmi, Euprotomicrus bispinatus, sebuah spesies dari laut dalam yang panjangnya hanya 22 cm, hingga yu paus, Rhincodon typus, ikan terbesar, yang bertumbuh hingga sekitar 12 meter dan yang, seperti ikan paus, hanya makan plankton melalui alat penyaring di mulutnya. Yu banteng, Carcharhinus leucas, adalah yang paling terkenal dari beberapa spesies yang berenang di air laut mahupun air tawar (jenis ini ditemukan di Tasik Nicaragua, di Amerika Tengah) dan di delta-delta.


Ciri-ciri fizikal

Kerangka

Kerangka yu sangat berbeda dibandingkan dengan ikan-ikan bertulang seperti misalnya ikan kod, karena terbuat dari tulang muda, yang sangat ringan dan lentur, meskipun tulang muda di ikan-ikan hiu yang lebih tua kadang-kadang sebagian bisa mengapur, sehingga membuatnya lebih keras dan lebih seperti tulang. Rahang yu beraneka ragam dan diduga telah berevolusi dari rongga insang yang pertama. Rahang ini tidak melekat pada kranium dan mempunyai deposit mineral tambahan yang memberikannya kekuatan yang lebih besar.

Yu umumnya lambat mencapai kedewasaan seksualnya dan menghasilkan sedikit sekali keturunan dibandingkan dengan ikan-ikan lainnya yang dipanen. Ini telah menimbulkan keprihatinan di antara para biologiwan kerana meningkatnya usaha yang dilakukan untuk menangkap ikan yu selama ini, dan banyak spesies yang kini dianggap terancam punah.

Beberapa organisasi, seperti misalnya Shark Trust, melakukan kampanya untuk membatasi penangkapan yu.
[sunting] Yu dalam mitologi

Yu sangat menonjol dalam mitologi Hawaii. Ada cerita-cerita tentang manusia yu yang mempunyai rahang yu di belakang mereka. Mereka dapat berubah bentuk antara yu dan manusia pada waktu-waktu yang mereka inginkan. Sebuah tema umum dalam cerita-cerita ini adalah bahwa manusia-manusia yu ini akan memperingatkan orang-orang yang ke pantai bahwa di perairan itu terdapat yu. Orang-orang yang ke pantai itu akan menertawai dan mengabaikan peringatan-peringatan mereka dan akan tetap berenang, dan kerana itu kemudian mereka dimakan oleh manusia yu yang sama, yang memberikan peringatan kepada mereka agar tidak turun ke air.

Mitologi Hawaii juga mengandung banyak dewa yu. Mereka percaya bahwa yu adalah penjaga samudra, dan mereka disebut Aumakua:

Kamohoali'i – Dewa yu yang paling terkenal dan dihormati. Ia lebih tua dan menyukai saudara dari Pele,[5] dan menolong serta berjalan bersamanya ke Hawaii. Ia mampu mengambil rupa manusia dan ikan. Sebuah tbing yang tinggi di kawah Kilauea dianggap sebagai salah satu tempatnya yang paling suci. Di salah satu tempat itu, ia mempunyai sebuah he'iau (kuil) yang dipersembahkan baginya di setiap potong tanah yang menjorok ke laut di pulau Moloka'i.

Ka'ahupahau – Dewi ini dilahirkan sebagai manusia, dengan ciri khasnya karena rambutnya yang merah. Ia belakangan berubah ke dalam bentuk yu dan diyakini melindungi rakyat yang hidup di O'ahu dari ikan-ikan yu. Ia juga diyakini hidup dekat Pearl Harbor.

Kaholia Kane – Ini adalah dewa yu dari ali'i Kalaniopu'u dan diyakini tinggal di sebuah gua di Puhi, Kaua'i.

Kane'ae – Dewi yu yang berubah menjadi manusia agar dapat mengalami suka cita menari.

Kane'apua – Yang paling umum, ia diyakini sebagai saudara laki-laki dari Pele dan Kamohoali'i. Ia adalah dewa yang suka mempermainkan orang yang melakukan banyak tindakan kepahlawanan, termasuk menenangkan dua bukit legendaries yang konon bertabrakan sehingga menghancurkan perahu-perahu yang berusaha melewatinya.

Kawelomahamahai'a – Asalnya manusia, ia kemudian diubah menjadi yu.

Keali'ikau 'o Ka'u – Ia adalah sepupu dari Pele dan anak laki-laki dari Kua. Ia disebut pelindung rakyat Ka'u. Ia pernah mengadakan hubungan dengan seorang gadis manusia, yang melahirkan seekor yu hijau.

Kua – ini adalah dewa yu yang utama dari rakyat Ka'u, dan diyakini merupakan nenek moyang mereka.

Kuhaimoana – Ia adalah saudara laki-laki dari Pele dan tinggal di pulau Ka'ula. Panjangnya konon 55 m dan merupakan suami dari Ka'ahupahau.

Kauhuhu – Ia adalah raja yu yang kejam yang hidup di sebuah gua di Kipahulu di pulau Maui. Kadang-kadang ia pindah ke gua yang lain di sisi angin bertiup dari pulau Moloka'i.

Kane-i-kokala – Sejenis dewa yu yang menyelamatkan orang-orang yang karam kapalnya dengan membawa mereka ke pantai. Orang-orang yang menyembahnya tidak mahu memakannya, menyentuh atau melintasi asap kokala, ikannya yang suci. Dalam budaya-budaya Samudra Pasifik lainnya, Dakuwanga adalah dewa yu yang juga merupakan pemakan jiwa-jiwa yang tersesat.

Di Yunani kuno, orang dilarang makan daging yu pada perayaan-perayaan perempuan.

Mitos

Ada mitos yang popular bahawa yu kebal terhadap penyakit dan barah; namun hal ini tidak benar. Ada penyakit dan parasit yang mempengaruhi yu. Bukti bahawa yu setidak-tidaknya tahan terhadap kanser dan penyakit boleh dikatakan hanya penyembuh dan kalaupun ada, sedikit sekali pembelajaran ilmiah atau statistik yang membuktikan bahawa yu dapat meningkatkan kekebalan terhadap penyakit.

Ikan Pari

oleh Ikan Oh Ikan pada pada 25hb Mei 2010 pukul 6.46 ptg

Ikan Pari atau nama saintifiknya Dasyatis uarnak adalah sejenis ikan yang sedap dimakan dan terdapat diseluruh dunia.
Ikan Pari adalah bersaudara dengan ikan jerung. Tetapi tidak seperti ikan jerung, yang merupakan pemangsa yang menggerunkan dengan rahang yang berkuasa, ikan pari jarang sekali menugut manusia dan mulutnya yang kecil bukanlah ancaman sama sekali.
Berhampiran pangkal ekor ikan pari terdapat taji sekitar 8-inch yang diselitupi dengan bahan yang sama yang membentuk sisik yu, yang dikenali sebagai dermis dentikle (dermal denticles). Hujung ini, yang menjadi keras dan tegang apabila ikan pari merasa terancam, berbentuk seperti pisau daging bergerigi dan memiliki bisa yang mengancam pemangsa.
Sebahagian besar racun itu sendiri adalah toksin berasaskan protein yang menyebabkan kesakitan pada mamalia dan boleh juga mengubah kadar degupan jantung dan pernafasan, mengikut pada Makmal Mote Marine.
Ikan pari jarang menyerang manusia, bagaimanapun sekiranya ia dipijak, ikan pari akan menggunakan tajinya sebagai satu bentuk mempertahankan diri," mengikut Nancy Passarelli dan Andrew Piercy bagi Florida Muzium Sejarah Semulajadi. "Walaupun ditikam oleh ekor ikan pari amat menyakitkan, ia adalah jarang menjadi ancaman kepada nyawa manusia."
Terdapat kira-kira 200 spesies ikan pari. Ia terdapat di kedua-duanya air tawar dan di lautan. Kebanyakannya tidak mempunyai keupayaan untuk menyengat.

Spesies Pari

Ikan Pari Lang
Ikan Pari Kemenjan
Ikan Pari Ekor Lembu
Ikan Pari Tapir
Ikan Pari Hantu
Ikan Pari Sarban
Ikan Pari Kebas
Ikan Pari Nyonya
Ikan Pari Daun
Ikan Pari Benting
Ikan Pari Pasir
Ikan Pari Harimau
Ikan Pari di akuarium Melbounre.

Khamis, 7 Oktober 2010

Silver Perch

oleh Ikan Oh Ikan pada pada 25hb Mei 2010 pukul 6.54 ptg


Scientific classification
Kingdom: Animalia
Phylum: Chordata
Class: Actinopterygii
Order: Perciformes
Family: Terapontidae
Genus: Bidyanus
Species: B. bidyanus
Binomial name
Bidyanus bidyanus
(Mitchell, 1838)

Silver perch (Bidyanus bidyanus) are a medium sized freshwater fish endemic to the Murray-Darling river system in south-eastern Australia. Their scientific name comes from an aboriginal name for the species — Bidyan — that Major Mitchell recorded on his 1832 expedition.
Silver perch are the only major representative of the Terapontidae family in the southern Murray-Darling system, compared to northern tropical systems where Terapontid species are common. (Another small Terapontid, the spangled perch (Leiopotherapon unicolor), does occur sporadically in the northern Murray-Darling Basin.)

Description

Silver perch are streamlined laterally compressed fish with a spiny dorsal fin of medium height, angular soft dorsal and anal fins and a forked tail. Large specimens become very deep bodied with a large hump behind the head.
Silver perch are common at 1–2 kg in size, but have been recorded to as much as 8 kg in the past.

Diet

The importance of vegetative matter in the diet of silver perch is still debated. Silver perch appear primarily to be a low-order predator of small aquatic invertebrate prey, with occasional intakes of small fish and vegetative matter.

Distribution

Silver Perch are schooling mid-water fish with a preference for flowing water. Though found in the lowland reaches of the Murray-Darling system, they actually had a significant presence in the upland reaches as well. Long summer migrations into the upland reaches of rivers like the Murrumbidgee were once an annual event.

Fishing

Fishermen caught silver perch on unweighted baits such as worms and on small spinning-blade lures in rapids during these migrations, as well as flowing/moving waters more generally. They were renowned as being a very fast and strong fighting fish for their size.

Spawning and biology

Silver perch spawn in late spring/early summer. Originally temperatures of close to 24 degrees Celsius were considered necessary but as with all Murray-Darling fish species it has become apparent that the "required" spawning temperature is flexible and that they can and do spawn at somewhat lower temperatures. Silver perch are moderately fecund (fertile), with eggs counts commonly around 200,000 to 300,000. Spawning occurs at the surface at dusk or the first few hours of night. The female sheds the eggs and the male fertilises them in a few seconds of vigorous thrashing. The eggs are semi-buoyant and will sink without significant current, and take 24–36 hours to hatch.
Silver perch continue the trend of native fish of southeast Australia being incredibly long-lived. Longevity is a survival strategy in the often challenging Australian environment to ensure that most adults participate in at least one exceptional spawning and recruitment event, which are often linked to unusually wet La NiƱa years and may occur only every one or two decades. Maximum recorded age is 26 years.

Conservation

Silver perch have declined close to the point of extinction in the wild. Only one sizeable, viable population remains in the wild in the central reaches of the Murray River. Silver perch are bred extensively in aquaculture but these domesticated strains are of little use in ensuring the species survival in the wild.
Reasons for their catastropic decline are not clear. Dams, weirs and river regulation and the virtual removal of spring floods does appear to have removed the conditions silver perch need to breed and recruit successfully on a large scale. Weirs are also believed to impact on migrations of spawning adults and juveniles, and it is suspected many drifting eggs and larvae are killed in the fall as they pass over weirs. A recent study that has proven extremely high mortalities for golden perch and Murray cod larvae passing through undershot weirs means Silver perch larvae passing through these structures almost certainly experience high mortalities too.
It is not widely appreciated that silver perch eggs sink without significant water current — silver perch eggs are often inaccurately described as simply being pelagic ("floating"). This means that silver perch eggs may often settle onto the substrate in the wild and should perhaps be considered benthic in most circumstances rather than pelagic. This interesting fact may be a factor in their recent serious declines; Silver perch may rely on their eggs settling onto clean well oxygenated substrates of coarse sediments. In this era of flow regulation and flood curtailment by dams (which remove the flood events that remove fine sediment) and chronic siltation from poor agricultural practices and carp, silver perch eggs may now frequently land in anoxic fine sediment and organic matter and fail to survive.
Suspicions are also mounting that there is serious competition for food between introduced carp and silver perch at larval, juvenile and adult stages. Competition at the larval stage is considered the most serious. Indeed, suspicions are mounting that introduced carp are having very large impacts on a number of Murray-Darling native fish species due to competition at the larval stage, and that these impacts have so far been vastly underestimated.
Silver Perch

Paus Biru

oleh Ikan Oh Ikan pada pada 20hb Jun 2010 pukul 8.34 ptg

Paus Biru (Balaenoptera musculus) adalah mamalia laut yang masuk kedalam subordo paus balin.Panjangnya mencapai lebih dari 33 meter dan memiliki massa 181 ton metrik atau lebih. Binatang ini dipercayai sebagai haiwan terbesar yang pernah ada.
Panjang dan langsing, tubuh Paus Biru boleh berubah-ubah keteduhan kelabu kebiruannya.Ada sekurang-kurangnya tiga perbezaan subspesies: B. m. musculus Atlantik Utara dan Pasifik utara, B. m. Intermedia, Lautan Selatan dan B. m. brevicauda (juga dikenali sebagai Paus Biru Kerdil) ditemui di Lautan Hindi dan Lautan Pasifik Selatan. B. m. indica ditemui di Lautan Hindi, mungkin menjadi subspesies lain. Seperti dengan paus balin lain, pola makannya mengandungi secara pokok Crustacea kecil yang dikenali sebagai krill, yang sama baiknya dengan ikan kecil dan cumi-cumi.
Paus Biru sangat berlimpah di hampir seluruh lautan hingga memasuki abad ke-20. Selama lebih dari 40 tahun paus-paus tersebut diburu sampai mendekati kepunahan dengan adanya pemburuan paus hingga dilindungi oleh komuniti antarabangsa pada tahun 1966. Satu laporan tahun 2002 menganggarkan ada 5.000 hingga 12.000 Paus Biru di seluruh dunia yang lokasinya terbahagi dalam sekurang-kurangnya lima kumpulan. Kebanyakan penyelidikan saat ini memberi perhatian terhadap subspesies Paus Biru Kerdil yang mungkin dibawah anggaran.Sebelum perburuan paus, penduduk terbesar berada di Antartika, dengan jumlah diperkirakan 239.000 (mencapai 202.000 hingga 311.000).Sisanya yang hanya sebahagian kecil (sekitar 2.000) menumpukan dalam setiap kumpulan Pasifik timur laut, Antartik, dan Lautan Hindi. Ada dua lebih kumpulan di Lautan Atlantik Utara dan sekurang-kurangnya dua di Hemisfera Selatan.

Semburan Paus Biru

Sirip dorsal kecil Paus Biru ini hanya kelihatan pada bahagian kiri
Paus Biru memiliki tubuh lonjong panjang yang menunjukkan bidang dalam perbandingan dengan tubuh paus lain.Kepalanya berbentuk datar dan U dan mempunyai punggung mencolok yang terbentang dari lubang sembur sehingga bahagian birir atas.[15] Bahagian depan mulut berbentuk tebal dengan plat balin; sekitar 300 plat (setiap plat panjangnya sekitar satu meter) bergantung dari rahang atas, mencapai 0.5 m yang kembali ke dalam mulut. Antara 60 dan 90 lekukan (disebut plat ventral) mencapai dari kerongkong secara pararel hingga tubuh. Plat ini membantu dalam menggerakkan air dari mulut selepas gerakan makan.
Sirip dorsal berbetuk kecil,yang terlihat singkat selama urutan menyelam. Terletak sekitar tiga suku bahagian tubuh sepanjang yang membezakan dalam bentuk satu individu terhadap lainnya; beberapa hanya memiliki gumpalan jelas yang sedikit, namun lain mungkin mempunyai dorsal menonjol dan falcate. Ketika menuju permukan anda bernafas, Paus Biru menunjukkan bahu dan lubang semburnya keluar air untuk sebuah tingkatan besar daripada paus besar lain seperti Paus sirip atau Paus Sei. Ciri ini mungkin digunakan oleh penyelidik untuk membezakan antara spesies di laut. Beberapa Paus Biru di Atlantik Utara dan Pasifik utara menunjukkan hujung ekor mereka ketika menyelam. Ketika bernafas, paus mengeluarkan sebuah pancutan medan menegak menakjubkan (lebih daripada 12 m, secara umum 9 m yang dapat dilihat dari jarak jauh pada hari yang tenang. Paru-parunya berkapasiti 5.000 liter. Paus Biru mempunyai lubang sembur ganda, yang terlindung oleh pelindung besar .
Tangkainya mempunyai panjang tiga hingga empat meter. Sisi atas berwarna abu-abu dengan sekatan putih tipis. Sisi bawah berwarna putih. Ujung kepala dan ekor umumnya tertutup warna abu-abu. Bahagian atas paus, dan kadang sirip, biasanya terdapat tonjolan. Tingkat unjuran bervariasi pada hakikatnya dari satu individu terhadap individu lain. Beberapa mungkin tertutup warna abu-abu kebiruan seluruhnya, namun lain menunjukkan variasi yang sesuai biru gelap, abu abu dan hitam, semua jenis unjuran.
Paus Biru boleh menempuh kelajuan 50 km / jam melibihi letupan singkat, secara umum ketika berinteraksi dengan paus lain, namun 20 km / jam merupakan kelajuan berkelana yang paling khas.Ketika makan mereka bergerak pelan hingga 5 km / jam.
Paus Biru kebanyakan umumnya hidup sendiri arau dengan seekor individu lain. Hal itu tidak diketahui apakah bahawa berkelana berpasangan bertahan bersama melebihi tempoh panjang atau bentuk kerabat lepas lain. Di tempat di mana di sana merupakan konsentrasi tinggi makanan, sebanyak 50 Paus Biru telah tampak menyebar melebihi kawasan kecil. Namun begitu, mereka tidak membentuk kumpulan hubungan besar yang tampak dalam paus balin lain.

Saiz

Paus Biru sukar ditimbang kerana saiz mereka. Kebanyakan Paus Biru dibunuh oleh pemburu paus yang tidak mempertimbangkannya secara utuh, namun dipotong menjadi tatacara potongan-potongan dahulu. Punca ini merupakan sebuah peremehan massa total paus, berkaitan dengan kehilangan darah dan cecair lain. Meski demikian, hasil pengukuran antara 150 dan 170 tan dibuat oleh binatang dengan panjang sekitar 27 m. Massa seekor individu berukuran panjang 30 m diyakini oleh NMML mempunyai massa lebih 180 tan. Paus Biru terbesar ditimbang secara teliti oleh ilmuan NMML untuk mengukur seekor betina yang mempunyai massa 177 ton.
Paus Biru diyakini sebagai haiwan terbesar yang pernah hidup.Dinosaur terbesar diketahui dari Era Mesozoic merupakan Argentinosaurus,[16] yang dianggarkan mempunyai jisim sekitar 90 tan, walaupun vertebrata kontoversional Amphicoelias fragillimus mungkin diindikasi sebagai haiwan yang mempunyai massa 122 ton dan panjang 40 -60 meter.Terdapat beberapa percanggahan pendapat tentang Paus Biru terbesar yang pernah dijumpai sebagai kebanyakan data yang muncul dari Paus Biru yang dibunuh di perairan Antartika selama setengah abad dua puluh pertama dan dikoleksi oleh pemburu paus yang tidak mengenal baik dalam teknik pengukuran zoologi standard . Paus terpanjang pernah diraih dua berina berukuran 33.6 m dan 33.3 m secara berturut-turut ..Walau begitu, kendala pengukuran tersebut diperselisihkan. Paus terpanjang yang diukur oleh ilmuan di National Marine Mammal Laboratory (NMML) Amerika adalah 29.9 m.
Lidah Paus Biru memiliki massa sekitar 2.7 tan dan ketika secara penuh membuka mulutnya dianggarkan cukup besar untuk menampung lebih daripada 90 tan makanan dan air.Disamping ukuran mulutnya, saiz kerongkongannya menunjukkan bahawa seekor Paus Biru tidak boleh menelan objek yang lebih besar daripada bola keranjang.Jantungnya jisim 600 kg dan merupakan yang terbesar yang diketahui dari binatang mana-mana.[Aorta Paus Biru berdiameter sekitar 23 cm.Selama 7 bulan pertama hidupnya, seekor anak Paus Biru minum kira-kira 400 liter susu setiap harinya. Anak Paus Biru bertambah berat dengan cepat, sebanyak 90 kg setiap 24 jam. Bahkan saat melahirkan, mereka mempunyai jisim 2,700 kilogram - sama seperti pertumbuhan penuh Kuda nil.

]Makanan

Paus Biru makan hampir secara khusus adalah krill, walaupun mereka juga makan sejumlah kecil copepoda. Spesies zooplankton ini dimakan oleh pelbagai Paus Biru dari satu lautan ke lautan lain. Di Atlantik utara, Meganyctiphanes norvegica, Thysanoessa raschii, Thysanoessa inermis dan Thysanoessa longicaudata merupakan makanan yang biasa.Di Pasifik selatan, Euphausia Pacifica, Thysanoessa inermis, Thysanoessa longipes, Thysanoessa spinifera, Nyctiphanes symplex dan Nematoscelis megalops>; di Antartika Euphausia superba, Euphausia crystallorophias dan Euphausia valentin.
Paus-paus tersebut selalu makan dalam kawasan dengan kepekatan tinggi krill, yang kadang-kadang makan hingga 3,600 kg krill dalam hari tunggal.Ini bermakna bahawa mereka secara khas makan pada kedalaman lebih dari 100 m sepanjang hari, dan hanya makan di permukaan saat malam. Waktu menyelam secara khas adalah 10 minit ketika makan, walau menyelam lebih daripada 20 minit merupakan hal biasa. Rakaman penyelaman akhir adalah 36 minit (Musim panas, 1998). Paus ini makan dengan paru-paru tepat pada segerombolan krill, mengangkut haiwan tersebut dan kwantitas besar air dalam mulutnya. Air tersebut kemudian ditolak keluar hingga plat balin oleh tekanan dari dari poket sirip dan lidah. Sekali mulutnya bersih dari air, sisa krill, tidak dapat melewati menembusi plat, lalu ditelan. Paus Biru juga secara kebetulan mengambil ikan kecil, Crustacea dan sotong yang ditangkap dengan krill.

Sejarah kehidupan

Paus Biru muda dengan induk betina
Perkahwinan bermula di akhir musim gugur, dan berlanjutan sehingga akhir musim sejuk.Sedikit diketahui tentang perilaku perkahwinan atau landasan pembiakan. Betina secara khas melahirkan sekali setiap dua hingga tiga tahun saat awal musim sejuk selepas tempoh kehamilan sepuluh hingga dua belas bulan. Massa anak sekitar dua setengah tan dan panjangnya sekitar 7 m. Anak Pope Biru minum 380-570 liter susu setiap hari. Proses penyapihan berlangsung sekitar enam bulan, dengan waktu dimana sang anak talah mencapai panjang dua kali ganda. Kematangan seksual secara khas mencapai lapan hingga sepuluh tahun dengan masa di mana jantan telah mencapai panjang 20 m (atau lebih di Hemisfera Selatan). Betina masih lebih besar, mencapai kematangan seksual saat sekitar usia lima tahun, dengan panjang telah mencapai 21 m.
Anggaran ilmuan bahawa Paus Biru boleh berusia hingga sekitar 80 tahun; walau begitu, sejak rakaman individu tidak bertarikh kembali dalam era perburuan paus, ini tidak akan diketahui dengan persetujuan untuk banyak tahun. Kajian rakaman terpanjang individu tunggal adalah 34 tahun, di timur laut Psifik (dilaporkan pada musim panas, 1998). Predator alam bagi paus ini adalah Paus pembunuh.Laporan kajian bahawa sebanyak 25% Paus Biru dewasa memiliki luka yang disebabkan serangan Paus pembunuh. Kadar kematian berkaitan dengan penyerangan tidak diketahui.
Kedudukan Paus Biru sangat tidak biasa, dan, kerana struktur sosial spesies, kumpulan yang menepi tidak dikatahui.Walau begitu, ketika paus menepi terjadi, mereka dapat menjadi perhatian awam. Pada tahun 1920, Paus Biru dibanteras di berhampiran Bragar, Pulau Lewis, bahagian Hebrides luar Scotland. Haiwan ini ditembak tepat kepalanya oleh pemburu paus, namun harpun gagal ditembakkan. Seperti mamalia lain, insting fundamental paus ini cuba menangani proses bernafas di seluruh pantai, bahkan ini bermakna menepi merupakan anda menghindarkan dirianya agar tidak tenggelam. Dua dari tulang paus yang terkubur berdekatan pusat utama pada Pulau Lewis, dan menyisakan sebuah tarikan pelancong.

Vokalisasi

Lihat juga: Nyanyian paus
Diperkirakan buatan Cummings dan Thompson (1971) menyokong bahawa tahap sumber suara yang dibuat Paus Biru antara 155 dan 188 desibel ketika diukur relatifitasnya anda mereferansi tekanan pertama micropascal dalam satu meter.Seluruh kelompok Paus Biru membuat panggilan pada frekuensi fundamental antara 10 dan 40 Hz, dan suara frekuensi terendah manusia dapat secara khas merasakan 20 Hz. Paus Biru memanggil terkini antara sepuluh hingga tiga puluh saat. Apalagi Paus Biru mendekati pantai Sri Langka yang terekam dengan berulang membuat "nyanyian" yang terdiri daripada empat kali yang tercatat lamanya sekitar dua minit setiap nyanyian, mengingatkan nyanyian Paus bungkuk yang terkenal. Penyelidik percaya bahawa sepertinya fenomena ini tidak kelihatan di penduduk lain manapun, ini mungkin keunikan untuk subspesies Paus Biru Kerdil B. m. brevicauda. Penyebab vokaslisasi tidak diketahui. Richardson et al (1995) membincangkan enam penyebab kemungkinan:
Pemeliharaan terhadap jarak inter-individu
Perkenalan spesies dan individu,
Penghantaran maklumat kontekstual (eg, makan, amaran, percumbuan)
Pemeliharaan organisasi sosial (eg, kenalan hubungan antara betina dan jantan)
Lokasi corak topografi
Lokasi sumber makanan / buruan
Paus Biru

Ikan Guppy

oleh Ikan Oh Ikan pada pada 23hb Jun 2010 pukul 5.22 ptg

Guppy dengan nama spesific 'poecilia reticulata' ditemukan oleh Robert John Lechmere Guppy, seorang yang berkebangsaan Inggris, di Trinidad pada tahun 1850. Sejak saat itu nama Guppy digunakan sebagai nama untuk ikan ini.

Guppy juga dikenali ikan 'seribu' kerana ikan ini senang dan cepat sekali berkembang biak. Guppy juga digunakan sebagai alat untuk membasmi jentik2,nyamuk . Kemampuannya untuk membaham jentik2,nyamuk terbukti efektif untuk membasmi perkembangan malaria. Guppy mudah ditemukan di kolam, parit dan sungai kecil. Guppy juga memiliki julukan ikan 'pelangi' kerana pola warna yang beragam pada ekornya.

Bayangkan sesuatu yang unik, sesuatu yang hanya dimiliki oleh anda di dunia ini.Banyak orang memandang sebelah mata terhadap guppy. Mereka menganggap guppy adalah jenis ikan yang murah. Tapi dengan guppy anda dapat membuat orang lain kagum terhadap Anda. Maka tidaklah hairan banyak sekali peternak guppy di dunia ini berlumba-lumba untuk menciptakan corak guppy ya

Rabu, 6 Oktober 2010

Juara Pra-GP Joran 2010

Oleh Zulhilmi Hat

hilmi@bharian.com.my
MOHD ALI menyampaikan hadiah kepada Sardi (tiga dari kiri), disaksikan Mior Kamarul Shahid (empat dari kiri), Idris dan Ab Rahaman (kiri), pada Karnival Pra-GP Joran.
MOHD ALI menyampaikan hadiah kepada Sardi (tiga dari kiri), disaksikan Mior Kamarul Shahid (empat dari kiri), Idris dan Ab Rahaman (kiri), pada Karnival Pra-GP Joran.

MELAKA : “Saya amat terharu, dalam keadaannya mengandung empat bulan anak kedua, isteri masih membenarkan saya menyertai Karnival Pra-GP Joran 2010 malah sanggup menemani saya pada pertandingan ini,” kata juara Pra-GP Joran 2010, Sardi Othman, 40.

Gugup melihat pari besar tergolek di pantai

MELAKA : “Saya amat terharu, dalam keadaannya mengandung empat bulan anak kedua, isteri masih membenarkan saya menyertai Karnival Pra-GP Joran 2010 malah sanggup menemani saya pada pertandingan ini,” kata juara Pra-GP Joran 2010, Sardi Othman, 40.

Sardi berkata, pengorbanan isterinya, Marlina Toman, 26, berbaloi apabila beliau muncul juara menewaskan kira-kira 2,200 peserta dari seluruh negara pada pertandingan yang diadakan di Pantai Puteri, di sini.


Dengan kemenangan itu, Sardi membawa pulang hadiah wang tunai RM20,000 iaitu ganjaran paling lumayan pernah disediakan Berita Harian pada siri pertandingan ini.

Sardi berkata, pada mulanya, beliau agak keberatan bertanding pada Karnival Pra-GP Joran 2010 kerana memikirkan isteri sedang hamil.

“Namun, isteri saya tidak menghalang jika saya mahu menyertai Joran. Isteri saya memberi sokongan penuh, jadi kami sekeluarga segera bertolak ke Pantai Puteri untuk mendaftar,” katanya ketika ditemui selepas majlis penyampaian hadiah pemenang Karnival Pra-GP Joran 2010 oleh Ketua Menteri, Datuk Seri Mohd Ali Rustam.

Turut hadir di majlis itu, Pengarang Kumpulan Berita Harian, Datuk Mior Kamarul Shahid; Ahli Parlimen Tangga Batu, Datuk Idris Haron dan Ahli Dewan Undangan Negeri Kawasan Pantai Kundor, Datuk Ab Rahaman Ab Karim.

Sardi berkata, beliau mula berjinak-jinak dalam aktiviti memancing sejak tiga tahun lalu serta sering membawa isteri dan anak sulungnya ke kolam memancing jika ada kelapangan atau pada hujung minggu.

Menceritakan pengalamannya bertanding, Sardi berkata, beliau gugup seketika sebaik melihat seekor pari beting berjaya dinaikkan ke pantai. Malah, katanya, pada ketika itu, beliau terus menyimpan joran kerana tidak mahu meneruskan pertandingan.

“Selepas menyerahkan hasil tangkapan kepada marsyal bertugas, saya bersandar pada sebatang pokok ru bagi menghilang rasa gementar sambil mengemas peralatan. “Bukannya apa, selepas melihat tali sering bersimpul dengan pemancing lain, saya rasa tiada mood hendak terus memancing, padahal had masa pertandingan masih berbaki dua jam.

“Dalam hati berkata-kata, jika ada pemancing lain menaikkan tangkapan besar... Naya dibuatnya! Orang kata, kalau sudah rezeki, tidak ke mana-mana dan saya hanya berserah kepada Allah,” katanya.

Ditanya mengapa beliau enggan terus bertanding selepas insiden menaikkan ikan pari beting, Sardi yang mencari pendapatan sebagai tukang rumah dari Sungai Besar, Selangor, berkata:

“Sebagai pemancing yang baru berjinak-jinak dengan GP Joran, pengalaman menaikkan ikan di hadapan ratusan pemancing lain yang memerhatikan cukup membuatkan saya cuak seketika.

“Perasaan gementar tidak dapat saya gambarkan dengan kata-kata apabila berlawan dengan ikan yang belum dikenal pasti pada awalnya. Terdetik juga di fikiran dan rasa bimbang jika tali putus akibat bersilang dengan tali pemancing lain. Namun, perasaan itu hilang apabila tangkapan selamat didaratkan,” katanya.

Sehingga tempoh masa pertandingan tamat, pari seberat 5.15 kilogram yang dipancing Sardi disahkan sebagai tangkapan terberat dan menewaskan kira-kira 2,000 peserta lain.

Pada pertandingan itu, pemancing dari Sungai Buloh, Selangor, Idris Yusoff, 45, yang mendaratkan seekor pari bersaiz kecil iaitu 1.47 kilogram diumumkan sebagai pemenang tempat kedua dengan hadiah wang tunai RM10,000.

Manakala tempat ketiga dimenangi Mohd Jais Ali, 42, dari Endau, Johor yang membawa pulang RM5,000 melalui tangkapan semilang seberat 1.16 kilogram.

Sumber : http://joran.bharian.com.my